Makalah Kimia Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur
Kata Pengantar
Puji
syukur kita curahkan kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat dan karunia
kepada kita semua. Saya membuat makalah ini berdasarkan keinginan atau tugas
tentang Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur.
Daftar Isi
1. Struktur
Atom yang terdiri dari :
a. Model Atom Dalton.
b. Model Atom Thomson.
c. Model Atom RutherFord.
d. Model Atom Neils Bohr.
e. Model Atom Modern.
2. Perkembangan
Sistem Periodik Unsur yang terdiri dari :
a. Hukum Triade Dobereiner
b. Hukum Oktaf Newland.
c. Sistem Periodik Mendeleev (Pendek).
d. Sistem Periodik Modern (Panjang).
3. Periode dan
Golongan dalam SPU Modern terdiri dari :
a. Periode.
b. Golongan.
4. Sifat sifat
Periodik Unsur terdiri dari :
a. Jari Jari Atom.
b. Energi lonisasi.
c. Afnitas Elektron.
d. Keelektronegatifan.
Pendahuluan
1. Latar
Belakang
Makalah ini membahas tentang struktur atom dan
sistem periodik unsur. Didalam makalah ini terdapat pengertiannya, jenis
jenisnya, dan berbagai macam lainnya.
2. Rumusan
Masalah
Di dalam makalah ini terdapat berbagai macam
masalah nya yaitu
1. Apa yang di hasilkan dari struktur atom dan
bagaimana perkembangan model atom.
2. Bagaimana perkembangan sistem periodik unsur
dan apa saja hukumnya.
3. Apa pengertian dari Periode dan Golongan dalam
SPU Modern.
4. Apa saja Sifat sifat periodik Unsur.
Contoh dari masalah yang ada diatas itu adalah
Model Atom Thomson. Model atom ini berfungsi untuk penyempurnaan dari model
atom Dalton, bentuknya pun menyerupai roti kismis dan atom ini bermuatan
positif.
3. Maksud Dan
Tujuan
Makalah ini dibuat bertujuan untuk mempermudah
siswa dalam mempelajari atom dan mengetahui perkembangan atom dari tahun ke
tahun.
Struktur Atom
1.
Model Atom Dalton
a)
Atom
digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil.
Atom
digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil.
b) Atom merupakan partikel terkecil yang tidak
dapat dipecah lagi.
c) Atom suatu unsur sama memiliki sifat yang
sama, sedangkan atom unsur berbeda, berlainan dalam massa dan sifatnya.
d) Senyawa terbentuk jika atom bergabung satu
sama lain.
e) Reaksi kimia hanyalah reorganisasi dari
atom-atom, sehingga tidak ada atom yang berubah akibat reaksi kimia.
Teori atom Dalton
ditunjang oleh 2 hukum alam yaitu :
Hukum Kekekalan
Massa (hukum Lavoisier) : massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah
sama.
-Hukum Perbandingan Tetap (hukum
Proust) : perbandingan massa unsur-unsur yang menyusun
suatu zat adalah tetap.
2.
Model
Atom Thomson
Model
Atom Thomson
a) Setelah ditemukannya elektron oleh J.J
Thomson, disusunlah model atom Thomson yang merupakan penyempurnaan dari model
atom Dalton.
b) Atom terdiri dari materi bermuatan positif dan
di dalamnya tersebar elektron bagaikan kismis dalam roti kismis.
3.
Model Atom Rutherford

a) Rutherford menemukan bukti bahwa dalam atom
terdapat inti atom yang bermuatan positif, berukuran lebih kecil daripada
ukuran atom tetapi massa atom hampir seluruhnya berasal dari massa intinya.
b) Atom terdiri dari inti atom yang bermuatan
positif dan berada pada pusat atom serta elektron bergerak melintasi inti (seperti
planet dalam tata surya).
4.
Model Atom Neils Bohr
a) Atom terdiri dari inti yang bermuatan positif
dan di sekitarnya beredar elektron-elektron yang bermuatan negatif.
b) Elektron beredar mengelilingi inti atom pada
orbit tertentu yang dikenal sebagai keadaan gerakan yang stasioner (tetap) yang
selanjutnya disebut dengan tingkat energi utama (kulit elektron) yang
dinyatakan dengan bilangan kuantum utama (n).
c)
Selama
elektron berada dalam lintasan stasioner, energi akan tetap sehingga tidak ada
cahaya yang dipancarkan.
Selama
elektron berada dalam lintasan stasioner, energi akan tetap sehingga tidak ada
cahaya yang dipancarkan.
d) Elektron hanya dapat berpindah dari lintasan
stasioner yang lebih rendah ke lintasan stasioner yang lebih tinggi jika
menyerap energi. Sebaliknya, jika elektron berpindah dari lintasan stasioner
yang lebih tinggi ke rendah terjadi pelepasan energi.
e) Pada keadaan normal (tanpa pengaruh luar),
elektron menempati tingkat energi terendah (disebut tingkat dasar = ground
state).
5.
Model Atom Modern
Dikembangkan
berdasarkan teori mekanika kuantum yang disebut mekanika gelombang; diprakarsai
oleh 3 ahli :
a)
Louis Victor de Broglie
Menyatakan bahwa
materi mempunyai dualisme sifat yaitu sebagai materi dan sebagai gelombang.
b) Werner
Heisenberg
Mengemukakan
prinsip ketidakpastian untuk materi yang bersifat sebagai partikel dan
gelombang. Jarak atau letak elektron-elektron yang mengelilingi inti hanya
dapat ditentukan dengan kemungkinan – kemungkinan saja.
c) Erwin
Schrodinger (menyempurnakan model Atom Bohr)
Berhasil menyusun persamaan gelombang
untuk elektron dengan menggunakan prinsip mekanika gelombang. Elektron-elektron
yang mengelilingi inti terdapat di dalam suatu orbital yaitu daerah 3 dimensi
di sekitar inti dimana elektron dengan energi tertentu dapat ditemukan dengan
kemungkinan terbesar.
Partikel Dasar Penyusun Atom
a.)
Proton = Partikel bermuatan positif pada atom
b.)
Neutron = Partikel bermuatan netral pada atom
c.)
Elektron = Partikel bermuatan negative pada atom
|
Partikel
|
Notasi
|
Massa
|
Muatan
|
||
|
Sesungguhnya
|
Relatif thd proton
|
Sesungguhnya
|
Relatif thd proton
|
||
|
Proton
|
|
1,67 x 10-24 g
|
1 sma
|
1,6 x 10-19 C
|
+1
|
|
Neutron
|
|
1,67 x 10-24 g
|
1 sma
|
0
|
0
|
|
Elektron
|
|
9,11 x 10-28 g
|
0 sma
|
-1,6 x 10-19 C
|
-1
|
Catatan
: massa partikel dasar dinyatakan dalam satuan massa atom (sma).
1
sma = 1,66 x 10-24 gram
Nomor Atom
-
Menyatakan jumlah proton dalam atom
-
Untuk atom netral, jumlah proton = jumlah elektron (nomor atom juga menyatakan
jumlah elektron)
-
Diberi simbol huruf Z
-
Atom yang melepaskan elektron berubah menjadi ion positif, sebaliknya yang
menerima elektron berubah menjadi ion negative.
Nomor Massa
-
Menunjukkan jumlah proton dan neutron dalam inti atom.
-
Proton dan neutron sebagai partikel penyusun inti atom disebut Nukleon.
-
Jumlah nukleon dalam atom suatu unsur dinyatakan sebagai Nomor Massa dengan
diberi lambang huruf A
Nomor
Massa = jumlah proton + jumlah neutron , atau A = p + n.
Nomor
Massa = Nomor Atom + jumlah neutron , atau A = Z + n
-
Penulisan atom tunggal dilengkapi dengan nomor atom di sebelah kiri bawah dan
nomor massa di sebelah kiri atas dari lambang atom tersebut. Notasi semacam ini
disebut dengan Nuklida.
Keterangan :
X
= lambang atom
A
= nomor massa
Z = nomor atom
Susunan Ion
- Suatu atom dapat
kehilangan/melepaskan elektron atau mendapat/menerima elektron tambahan
- Atom yang kehilangan/melepaskan
elektron, akan menjadi ion positif (kation)
-
Atom yang mendapat/menerima elektron, akan menjadi ion negatif (anion)
-
Dalam suatu Ion, yang berubah hanyalah jumlah elektron saja, sedangkan
jumlah proton dan neutronnya tetap
Isotop , Isobar , dan Isoton
1.Isotop Adalah atom-atom dari unsur yang sama (mempunyai nomor atom yang
sama) tetapi berbeda nomor massanya.
2.Isobar Adalah atom-atom dari unsur
yang berbeda (mempunyai nomor atom berbeda) tetapi mempunyai nomor massa yang
sama.
3.Isoton Adalah atom-atom dari unsur
yang berbeda (mempunyai nomor atom berbeda) tetapi mempunyai jumlah neutron
yang sama.
Perkembangan Sistem Periodik Unsur
1).
Hukum Triade Dobereiner
Dikemukakan oleh Johan Wolfgang
Dobereiner (Jerman).Unsur-unsur dikelompokkan ke dalam kelompok tiga unsur yang
disebut Triade.Dasarnya : kemiripan sifat fisika dan kimia dari unsur-unsur
tersebut.
Jenis Triade :
Triade Litium (Li), Natrium (Na) dan
Kalium (K)
Unsur Massa
Atom Wujud
Li 6,94
Padat
Na 22,99
Padat
K 39,10
Padat
Massa Atom Na (Ar Na) = = 23,02
Triade Kalsium (Ca), Stronsium (Sr) dan Barium (Ba)
Triade Klor (Cl), Brom (Br) dan Iod (I)
2).
Hukum Oktaf Newlands
-
Dikemukakan oleh John Newlands (Inggris).
-
Unsur-unsur dikelompokkan berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya
(Ar).
-
Unsur ke-8 memiliki sifat kimia mirip dengan unsur pertama; unsur ke-9
memiliki sifat yang mirip dengan unsur ke-2 dst.
-
Sifat-sifat unsur yang ditemukan berkala atau periodik setelah 8 unsur
disebut Hukum Oktaf.
H Li
Be B C N O
F Na
Mg Al
Si P
S
Cl K
Ca Cr Ti Mn Fe
Berdasarkan Daftar Oktaf Newlands di
atas; unsur H, F dan Cl mempunyai kemiripan sifat.
3).
Sistem Periodik Mendeleev (Sistem Periodik Pendek)
- Dua ahli kimia, Lothar Meyer
(Jerman) dan Dmitri Ivanovich Mendeleev (Rusia) berdasarkan pada prinsip dari
Newlands, melakukan penggolongan unsur.
-
Lothar Meyer lebih mengutamakan sifat-sifat kimia unsur sedangkan
Mendeleev lebih mengutamakan kenaikan massa atom.
-
Menurut Mendeleev : sifat-sifat unsur adalah fungsi periodik dari massa
atom relatifnya. Artinya : jika unsur-unsur disusun menurut kenaikan massa atom
relatifnya, maka sifat tertentu akan berulang secara periodik.
-
Unsur-unsur yang memiliki sifat-sifat serupa ditempatkan pada satu lajur
tegak, disebut Golongan.
-
Sedangkan lajur horizontal, untuk unsur-unsur berdasarkan pada kenaikan
massa atom relatifnya dan disebut Periode.
4).
Sistem Periodik Modern (Sistem Periodik Panjang)
Dikemukakan oleh Henry G Moseley, yang berpendapat bahwa sifat-sifat
unsur merupakan fungsi periodik dari nomor atomnya.
Artinya : sifat dasar suatu unsur ditentukan oleh nomor atomnya bukan
oleh massa atom relatifnya (Ar).
PERIODE DAN GOLONGAN DALAM SPU MODERN
1).
Periode
Adalah lajur-lajur horizontal pada tabel
periodik.
SPU Modern terdiri atas 7 periode. Tiap-tiap periode menyatakan
jumlah/banyaknya kulit atom unsur-unsur yang menempati periode-periode
tersebut.
Nomor Periode = Jumlah Kulit Atom
Jadi :
Unsur-unsur
yang memiliki 1 kulit (kulit K saja) terletak pada periode 1 (baris 1),
unsur-unsur yang memiliki 2 kulit (kulit K dan L) terletak pada periode ke-2
dst.
Contoh :
9F : 2 , 7 periode ke-2
12Mg
: 2 , 8 , 2 periode ke-3
31Ga : 2 , 8 , 18 , 3 periode ke-4
Catatan :
a)
Periode 1, 2 dan 3 disebut periode pendek karena berisi relatif sedikit
unsur.
b)
Periode 4 dan seterusnya disebut periode panjang.
c)
Periode 7 disebut periode belum lengkap karena belum sampai ke golongan
VIII A.
d)
Untuk mengetahui nomor periode suatu unsur berdasarkan nomor atomnya,
Anda hanya perlu mengetahui nomor atom unsur yang memulai setiap periode.
2).
Golongan
Sistem periodik terdiri atas 18 kolom vertikal yang terbagi menjadi 8
golongan utama (golongan A) dan 8 golongan transisi (golongan B).Unsur-unsur yang
mempunyai elektron valensi sama ditempatkan pada golongan yang sama.Untuk
unsur-unsur golongan A sesuai dengan letaknya dalam sistem periodik :
Nomor Golongan = Jumlah Elektron
Valensi
Unsur-unsur golongan A mempunyai nama lain yaitu :
Golongan IA = golongan
Alkali
Golongan IIA = golongan
Alkali Tanah
Golongan IIIA = golongan Boron
Golongan IVA = golongan Karbon
Golongan VA = golongan
Nitrogen
Golongan VIA = golongan Oksigen
Golongan VIIA = golongan Halida
/ Halogen
Golongan VIIIA = golongan Gas Mulia
SIFAT-SIFAT PERIODIK UNSUR
1).
Jari-Jari Atom
Adalah jarak dari inti atom sampai ke
elektron di kulit terluar.Besarnya jari-jari atom dipengaruhi oleh besarnya
nomor atom unsur tersebut.Semakin besar nomor atom unsur-unsur segolongan,
semakin banyak pula jumlah kulit elektronnya, sehingga semakin besar pula
jari-jari atomnya.
Jadi : dalam satu golongan (dari atas
ke bawah), jari-jari atomnya semakin besar.
Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), nomor atomnya bertambah yang
berarti semakin bertambahnya muatan inti, sedangkan jumlah kulit elektronnya
tetap. Akibatnya tarikan inti terhadap elektron terluar makin besar pula,
sehingga menyebabkan semakin kecilnya jari-jari atom.
Jadi : dalam satu periode (dari kiri
ke kanan), jari-jari atomnya semakin kecil.
2).
Energi Ionisasi
-
Adalah energi minimum yang diperlukan atom netral dalam bentuk gas untuk
melepaskan satu elektron membentuk ion bermuatan +1.
-
Jika atom tersebut melepaskan elektronnya yang ke-2 maka akan diperlukan
energi yang lebih besar (disebut energi ionisasi kedua), dst.
EI 1< EI 2 < EI 3 dst
-
Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), EI semakin kecil karena
jari-jari atom bertambah sehingga gaya tarik inti terhadap elektron terluar
semakin kecil. Akibatnya elektron terluar semakin mudah untuk dilepaskan.
-
Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), EI semakin besar karena
jari-jari atom semakin kecil sehingga gaya tarik inti terhadap elektron terluar
semakin besar/kuat. Akibatnya elektron terluar semakin sulit untuk dilepaskan.
3). Afinitas Elektron
Adalah energi yang dilepaskan atau diserap oleh atom netral dalam bentuk
gas apabila menerima sebuah elektron untuk membentuk ion negatif.
Semakin negatif harga afinitas elektron, semakin mudah atom tersebut
menerima/menarik elektron dan semakin reaktif pula unsurnya.
Afinitas elektron bukanlah kebalikan dari energi ionisasi.
Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), harga afinitas elektronnya
semakin kecil.
Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), harga afinitas elektronnya
semakin besar.
Unsur golongan utama memiliki afinitas elektron bertanda negatif,
kecuali golongan IIA dan VIIIA.
Afinitas elektron terbesar dimiliki golongan VIIA.
4).
Keelektronegatifan
Adalah kemampuan suatu unsur untuk menarik elektron dalam molekul suatu
senyawa (dalam ikatannya).
Diukur dengan menggunakan skala Pauling yang besarnya antara 0,7
(keelektronegatifan Cs) sampai 4 (keelektronegatifan F).
Unsur yang mempunyai harga keelektronegatifan besar, cenderung menerima
elektron dan akan membentuk ion negatif.
Unsur yang mempunyai harga keelektronegatifan kecil, cenderung
melepaskan elektron dan akan membentuk ion positif.
Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), harga keelektronegatifan
semakin kecil. Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), harga keelektronegatifan
semakin besar.


Comments
Post a Comment