PAPER KIMIA TERAPAN “ILMU KIMIA”
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita ucapkan kehadirat Allah SWT, atas
berkat izin dan petunjuk-Nya
alhamdulillah kami bisa menyelesaikan tugas kimia terapan ini, serta
shalawat dan salam kita hadiahkan untuk
Nabi Muhammad SAW yang telah membawa umat manusia ke zaman yang berilmu
pengetahuan seperti yang kita rasakan pada saat ini.
Sesuai dengan materi yang diberikan kepada kami untuk
di persentasikan dalam pertemuan minggu ke-2, kami berharap bisa membantu
teman-teman semua dalam memahami materi tentang ilmu kimia, materi, dan hukum
dasar kimia. Dan tentunya kami sadari bahwa pembuatan paper ini masih banyak
kesalahan dalam penulisan, kami hanyalah manusia biasa yang tak luput dari
kesalahan.
Kepada ibu dosen dan juga teman-teman semua agar dapat
memberikan kritik maupun saran dan juga masukan untuk kami, demi untuk kebaikan
paper ini kedepannya. Harapan kami semoga kritikan dan masukan dari ibu dosen
dan teman-teman semua bisa bermanfaat bagi kita semua.
Atas kritikan dan masukannya kami terlebih dahulu
mengucapkan banyak terimakasih.
Limau manis, 24
Agustus 2013
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR 2
DAFTAR ISI 3
BAB I ILMU
KIMIA 4
1.1 Perkembangan Ilmu Kimia 4
1.2 Bidang Kajian Ilmu Kimia 5
1.3 Manfaat Mempelajari Ilmu Kimia 5
BAB II PENGERTIAN
MATERI 6
2.1 Sifat Materi 6
2.2 Perubahan Materi 7
BAB III UNSUR,
SENYAWA, CAMPURAN, DAN LARUTAN 8
3.1 Unsur 8
3.2 Senyawa
9
3.3 Campuran 9
3.4 Larutan 10
BAB IV HUKUM-HUKUM
DASAR KIMIA 11
4.1 Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoiser)
11
4.2 Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust)
12
4.3 Hukum Kelipatan Perbandingan (Hukum Dalton) 12
4.4 Hukum Perbandingan Volum (Gay Lussac) 12
4.5 Hipotesis Avogadro 13
DAFTAR PUSTAKA 14
BAB I ILMU KIMIA
Ilmu kimia adalah ilmu pengetahuan alam yang
mempelajari tentang materi yang meliputi struktur, susunan, sifat dan perubahan
materi serta energi yang menyertainya. Sebagian besar ilmu kimia merupakan ilmu
percobaan dan sebagian besar pengetahuannya diperoleh dari penelitian di
laboratorium.
1.1. Perkembangan
Ilmu Kimia
Berikut ini adalah sejarah dari ilmu kimia, yaitu:
1.
Sekitar tahun
3500 SM, di Mesir Kuno sudah mempraktekkan reaksi kimia (misal : cara membuat
anggur, pengawetan mayat).
2.
Pada abad ke-4
SM, para filosofis Yunani yaitu Democritus dan Aristoteles mencoba memahami
hakekat materi.
·
Menurut Democritus “setiap materi terdiri dari
partikel kecil yang disebut atom.
·
Menurut Aristoteles “materi terbentuk dari 4 jenis
unsur yaitu : tanah, air, udara, dan api.
3.
Abad pertengahan (tahun 500-1600), yang dipelopori
oleh para ahli kimia Arab dan Persia.
·
Kimia lebih mengarah ke segi praktis. Dilihat berbagai
jenis zat seperti : alkohol, arsen, zink iodide, asam sulfat dan asam nitrat.
·
Nama ilmu kimia lahir dari kata dalam bahasa Arab
(al-kimiya yang artinya perubahan materi) oleh ilmuan Arab Jabir ibn Hayyan
(tahun 700-778).
4.
Abad ke-18, muncul istilah Kimia Modern. Dipelopori
oleh ahli kimia Perancis Antoine Laurent Lavoisier (tahun 1743-1794) yang
berhasil mengemukakan Hukum Kekekalan Massa.
5.
Tahun 1803, seorang ahli kimia Inggris bernama John
Dalton (tahun 1766-1844) mengajukan teori atom untuk pertama kalinya. Sejak
itu, ilmu kimia terus berkembang pesat hingga saat ini.
1.2. Bidang Kajian Ilmu Kimia
Ilmu kimia mengkaji berbagai bidang, yaitu:
1.
Struktur materi adalah mencakup struktur partikel-partikel
penyusun suatu materi atau menggambarkan bagaimana atom-atom penyusun materi
tersebut saling berikatan.
2.
Susunan materi adalah mencakup komponen-komponen pembentuk
materi dan perbandingan tiap komponen tersebut.
3.
sifat materi adalah mencakup sifat fisis dan sifat
kimia. Sifat suatu materi dipengaruhi oleh : susunan dan struktur dari
materi tersebut.
4.
perubahan materi adalah meliputi perubahan fisis/fisika
(wujud) dan perubahan kimia (menghasilkan zat baru).
5.
energi yang menyertai perubahan materi adalah menyangkut
banyaknya energi yang menyertai sejumlah materi dan asal-usul energi itu.
1.3. Manfaat mempelajari ilmu kimia
Adapun manfaat dari mempelajari ilmu kimia, yaitu:
1.
Pemahaman kita menjadi lebih baik terhadap alam
sekitar dan berbagai proses yang berlangsung di dalamnya.
2.
Mempunyai kemampuan untuk mengolah bahan alam menjadi
produk yang lebih berguna bagi manusia.
3.
Membantu kita dalam rangka pembentukan sikap.
Secara khusus, ilmu kimia mempunyai peranan sangat
penting dalam bidang: kesehatan, pertanian, peternakan, hukum, biologi,
arsitektur dan geologi.
Dibalik sumbangannya yang besar bagi kehidupan kita,
secara jujur harus diakui bahwa perkembangan ilmu kimia juga memberikan dampak
negative bagi kehidupan manusia.
BAB II MATERI
Dalam ilmu kimia kita dapat mengetahui bagaimana benda
atau materi di alam raya dapat diubah dari bentuk yang ada dengan sifat-sifat
tertentu menjadi bentuk-bentuk lain dengan sifat-sifat yang berbeda. Misalnya:
ilmu kimia memberikan pengetahuan yang memungkinkan untuk perubahan bentuk
minyak alami menjadi berbagai jenis bahan baku sejumlah plastik, obat-obatan,
dan pestisida.
Materi itu sendiri didefinisikan sebagai setiap objek
atau bahan yang membutuhkan ruang dan jumlahnya diukur oleh suatu sifat yang
disebut massa. Sedagkan massa itu sendiri hanyalah salah satu dari banyak sifat
atau ke-khasan materi yang dapat dikenal dan dibedakan dari lainnya.
2.1. Sifat-sifat materi:
Materi memiliki beberapa sifat yang harus kita ketahui, yaitu:
1.
Sifat instrinsik
Sifat instrinsik adalah kualitas yang bersifat khas
tiap materi, tidak peduli bentuk dan ukuran (jumlah) materi itu. Contoh : kerapatan,
warna, titik didih, rasa, dll.
2.
Sifat ekstrinsik
Sifat yang besarnya bergantung pada bentuk dan ukuran
(jumlah) materi. Contoh : massa, volume, dll.
Sifat materi dapat juga digolongkan ke dalam sifat fisika dan sifat
kimia, yaitu :
1.
Sifat fisis/fisika adalah sifat yang berkaitan dengan penampilan atau keadaan
fisis materi, yaitu kerapatan, warna, massa, volume, daya hantar, dll.
2.
Sifat kimia adalah sifat yang berkaitan dengan
perubahan kimia yang dapat dialami oleh suatu materi, misalnya dapat terbakar,
berkarat, mudah bereaksi, beracun, dll.
Sifat fisis dapat berupa sifat ekstensif atau sifat
intensif, tetapi sifat kimia tergolong sifat intensif. Kualitas yang khas dari
suatu materi yang menyebabkan materi itu berubah, baik materi itu sendiri
maupun dengan berinteraksi dengan materi lain. Dalam perubahan kimia, materi
diubah secara sempurna menjadi materi yang berbeda.
2.2.
Perubahan Materi
Berikut ini adalah perubahan materi, yaitu:
1.
Perubahan fisika
Perubahan fisika adalah perubahan zat yang tidak menghasilkan zat baru,
hanya menyangkut perubahan keadaan (bentuk dan wujud).
Contoh : air menguap, es mencair, lampu pijar menyalar, dll.
2.
Perubahan kimia
Perubahan kimia adalah perubahan zat yang menghasilkan zat baru yang
hakekatnya zat mula-mula berbeda dengan zat baru yang dihasilkan.
Contoh : kertas terbakar, nasi menjadi basi, pembuatan tape, dll.
BAB III UNSUR, SENYAWA, CAMPURAN, DAN LARUTAN
3.1.
Unsur
Unsur adalah materi yang tidak bisa terurai dengan
perubahan kimia menjadi zat yang lebih sederhana.
Unsur terbagi menjadi 2, yaitu:
1.
Unsur logam
Unsur logam adalah unsur yang berwujud padat pada suhu kamar, dapat
ditempa dan diregangkan, mengkilap jika digosok dan dapat menjadi penghantar
listrik dan penghantar panas. Contoh : kalsium (Ca), timah (Sn), perak (Ag),
dll.
2.
Unsur non logam
Unsur yang berwujud padat, cair atau gas pada suhu kamar, rapuh dan
tidak dapat ditempa, tidak mengkilap walau digosok (kecuali intan) tidak bisa
menjadi penghantar/non-konduktor (kecuali grafit). Contoh : argon (Ar),
belerang (S), hidrogen (H), oksigen (O), dll.
Secara umum unsur-unsur dalam susunan berkala dibagi dalam tiga
kelompok:
a.
Unsur-unsur utama (representatif)
Pengisian elektronnya berakhir pada subkulit s atau p oleh karena itu
merupakan golongan-golongan A : IA, IIA, IIIA, IVA, VA, VIA, VIIA, VIIIA,
kecuali H(hydrogen).
b.
Unsur-unsur transisi
·
Pengisian elektronnya berakhir pada subkulit d.
·
Merupakan golongan B
·
Terdapat tiga kolom yang merupakan golongan VIIIB,
yaitu unsur-unsur yang pengisian elektronnya berakhir pada subkulit s-d
sebanyak 8, 9, dan 10 elektron.
c.
Unsur-unsur transisi dalam
Pengisian elektronnya berakhir pada subkulit f. Dijumpai pada f prioda
ke 6 dan 7.
Unsur transisi dalam ini dibagi menjadi 2 kelompok:
1.
Lantanida; yaitu unsur-unsur yang pengisian
elektronnya berakhir pada subkulit 4f.
2.
Aktinida; yaitu unsur-unsur yang pengisian elektronnya
berakhir pada subkulit 5f.
3.2.
Senyawa
Senyawa adalah zat tunggal yang secara kimia dapat
diuraikan lagi menjadi zat - zat yang lebih sederhana. Atau dengan kata lain Senyawa
didefinisikan sebagai gabungan dua unsur atau lebih secara kimia dengan
perbandingan tertentu. Senyawa termask zat tunggal karena komposisinya selalu
tetap.
Ciri - ciri Senyawa :
·
Merupakan zat tunggal
·
terbentuk dari dua unsur atau lebih
yang berbeda jensi dengan perbandingan tertentu dan tetap
·
sifat senyawa berbeda dengan sifat -
sifat unsur penyusunnya
·
senyawa dapat diuraikan menjadi
unsur - unsurnya dengan cara kimia
Contoh : air (H2O), garam dapur (NaCl), karbon dioksida (CO2),
dll.
3.3.
Campuran
Campuran
adalah gabungan dua zat atau lebih dengan perbandingan yang tidak tentu dan
tidak tetap, sifat - sifat zat asal masih tetap tampak dan dapat dipisahkan
secara fisis.
Campuran dapat dibedakan menjadi
dua, yaitu :
a.
Campuran homogen : penggabungan 2 zat tunggal atau lebih yang semua partikelnya menyebar
merata sehingga membentuk fasa. Campuran homogen sering disebut dengan larutan.
Contoh : larutan gula, larutan garam, dll.
b.
Campuran heterogen : campuran antara dua macam atau lebih zat yang partikel-partikel penyusunnya
masih dapat dibedakan satu sama lainnya.
Contoh :
susu, asap, minyak dengan air, air kapur, dll.
3.4.
Larutan
Larutan adalah campuran homogen dua zat atau
lebih yang saling melarutkan
dan masing-masing zat penyusunnya tidak dapat dibedakan lagi secara fisik.
Berikut ini adalah sifat dari larutan, yaitu :
a. Dalam larutan
itu terdiri atas dua zat atau lebih yang setiap partikel penyusunnya menyebar
dan merata diseluruh larutan.
b.
Dalam larutan ukuran partikel larutan itu kurang dari
10 nm.
c.
Setiap partikel penyusun larutan menyebar merata di
seluruh larutan.
Larutan itu juga terdiri atas dua komponen, yaitu
·
Komponen dengan jumlah yang sedikit biasanya
dinamakan “zat terlarut”.
·
Pelarut adalah komponen yang jumlahnya lebih
banyak atau yang strukturnya tidak berubah.
Berikut ini adalah hal-hal yang dapat mempengaruhi
proses kelarutan dalam suatu zat, yaitu suhu, ukuran zat terlarut, volume dalam
larutan dan pengadukan.
Contoh larutan dalam kehidupan sehari-hari :
-
Larutan udara, di dalamnya terdapat komposisi antara
oksigen dengan gas-gas lainnya yang terdapat dalam nitrogen.
-
Etanol dalam air
-
Susu kental manis dalam air.
BAB IV HUKUM-HUKUM DASAR KIMIA
Dalam
mempelajari hukum dasar dan perhitungan kimia, terdapat suatu konsep yang menghubungkan
suatu satuan dengan satuan kimia yang lain. Konsep mol, perhitungan kimia, dan
penentuan rumus kimia didasari oleh hukum-hukum dasar kimia, yaitu hukum kekekalan massa, hukum perbandingan tetap,
hukum kelipatan perbandingan, hukum perbandingan volum, dan hipotesis avogardo.
4.1.Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoiser)
Suatu reaksi terjadi karena adanya pemutusan
ikatan-ikatan pada zat-zat pereaksi dan selanjutnya terjadi pembentukan ikatan
lagi pada zat hasil reaksi. Bagaimana dengan massa zat-zat pada reaksi itu?
Penelitian tentang massa zat-
zat pada reaksi telah dicoba
sejak dulu. Sampai pertengahan abad ke-18 para ahli kimia masih menduga bahwa
sebagian massa zat ada yang hilang setelah terjadinya reaksi kimia,
seperti pembakaran kayu akan menghasilkan abu yang rapuh dan ringan
dibandingkan dengan kayu yang dibakar sebelumnya. Mereka menduga bahwa sesuatu telah
menghilang pada saat pembakaran.
“Sesuatu” itu
disebut “flogiston”. Teori flogiston itu hilang setelah
Antoine Laurent Lavoisier
(1743 – 1794) seorang ilmuwan Perancis menerbitkan
bukunya berjudul
Traite Elementaire de
Chemie.
Dalam buku itu, Lavoisier mengemukakan bahwa jika suatu reaksi kimia dilakukan
dalam tempat tertutup, sehingga tidak ada hasil reaksi yang keluar dari tempat
tersebut, ternyata massa zat sebelum reaksi dan sesudah reaksi adalah tetap. Inilah yang disebut sebagai
Hukum Kekekalan Massa. Hukum Kekekalan Massa, berbunyi:
“Dalam setiap reaksi kimia,
jumlah massa zat-zat sebelum dan sesudah reaksi
adalah sama.”
4.2.
Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust)
Garam dapur atau natrium klorida merupakan suatu
senyawa yang sangat berguna untuk kesehatan tubuh kita, juga membuat
makanan menjadi enak rasanya. Unsur-unsur pembentuk natrium klorida yaitu
logam natrium dan gas klor yang masing-masing memiliki sifat yang berbeda.
Logam natrium apabila direaksikan dengan air dapat
meledak. Gas klor dalam
jumlah yang cukup apabila
terisap pada saat bernapas dapat menimbulkan iritasi
pada selaput lendir hidung.
Jadi, suatu senyawa merupakan
zat baru yang sifatnya berbeda dengan unsur-
unsur pembentuknya.
Joseph Louis Proust (1754 –
1826) adalah ilmuwan yang
pertama menemukan fakta tentang perbandingan massa dari
unsur-unsur dalam senyawa dengan melakukan
percobaan-percobaan yang
kemudian dikenal sebagai
Hukum Perbandingan
Tetap.
Hukum Perbandingan Tetap berbunyi:
“Perbandingan massa
unsur-unsur penyusun suatu senyawa selalu tetap.”
4.3.
Hukum Kelipatan Perbandingan (Hukum Dalton)
Beberapa unsur dapat membentuk senyawa dengan berbagai
perbandingan, misalnya karbon dengan oksigen dapat membentuk karbon
monoksida dan karbon dioksida dengan rumus CO dan CO2
.
Dari beberapa penelitian terhadap senyawa- senyawa yang membentuk lebih dari
satu rumus, Dalton mengemukakan suatu pernyataan yaitu sebagai berikut.”Jika
ada dua senyawa yang dibentuk dari dua unsur yang sama dan massa satu unsur
pada kedua senyawa itu sama maka massa unsur yang lainnya mempunyai angka
perbandingan yang sederhana dan bulat.”
4.4.
Hukum Perbandingan Volum (Gay Lussac)
Dalton berhasil menyelidiki
hubungan massa antara
zat-zat yang membentuk suatu senyawa. Pada
tahun 1808 Josep Louis Gay
Lussac dari Perancis menyelidiki hubungan
dari Perancis menyelidiki
hubungan reaksi kimia. Ia menemukan bahwa
pada suhu dan tekanan yang
sama, satu volum gas oksigenbereaksi
dengan
dua volum gas hidrogen
menghasilkandua volum uap
air.
Dari data percobaan tersebut Gay Lussac menyimpulkan:
“Pada temperatur dan tekanan
yang sama, perbandingan volum gas-gas yang
bereaksi dan gas hasil
reaksi merupakan bilangan bulat dan sederhana.”
4.5.
Hipotesis Avogadro
Pada tahun 1811, seorang ahli fisika dari Italia
bernama Amadeo Avogadro berpendapat bahwa ada hubungan antara jumlah
partikel-partikel dalam gas dan volum gas, yang tidak bergantung pada jenis gas.
Hipotesis ini dijadikan suatu hukum,
yang dikenal sebagai
Hukum Avogadro.
Hipotesis Avogadro berbunyi:
“Pada temperatur dan tekanan
yang sama, semua gas pada volum yang sama mengandung jumlah molekul yang sama pula.”
DAFTAR PUSTAKA
Petrucci, Ralph. H – Suminar. 1999. Kimia Dasar
Prinsip dan Terapan Modern. Jakarta: Erlangga.
Permana, Irvan. 2009. Memahami Kimia Untuk SMA/MA
Kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan
Devi, Poppy K. 2009. Kimia 1 Kelas X SMA dan MA.
Jakarta: Pusat Perbukuan
Elida, Tety S. 1994. Seri Diktat Kuliah Pengatar
Kimia. Jakarta: Gunadarma.
Website


Comments
Post a Comment